Press "Enter" to skip to content

Cara Aman Nonaktifkan dan Hapus Plugin AMP di WordPress

Cara Aman Nonaktifkan dan Hapus Plugin AMP di WordPress

Tidak semua pemilik situs web dan blogger tahu cara aman nonaktifkan dan hapus plugin AMP di WordPress. Kebanyakan, justru hanya melakukan disable dan delete tanpa tahu efek pada SEO yang akan mempengaruhi situs web atau blog.

Apa itu AMP?

Accelerated Mobile Pages (AMP) adalah teknologi perangkat lunak yang dikembangkan oleh Google. Pengembangannya AMP bertujuan untuk meningkatkan kecepatan akses sebuah situs web, khususnya di browser smartphone.

Sedangkan Plugin AMP ialah addon yang dibuat untuk mempermudah pembuatan halaman AMP otomatis di WordPress. Plugin AMP memang terbukti bisa meningkatkan kecepatan akses halaman, tapi faktanya banyak pemilik situs web dan blogger yang mengeluhkan penurunan kinerja halaman karena opsi yang sangat terbatas pada AMP.

Meskipun AMP bermanfaat dalam hal peningkat kecepatan situs web, tapi itu bisa mengurangi tingkat keterlibatan pengunjung akibat pembatasan elemen tertentu yang tidak bisa ditampilkan di halaman AMP. Parahnya, jika situs web atau blog telah menggunakan AMP dan sudah teindeks oleh mesin pencari sebagai halaman AMP, itu memerlukan teknik khusus untuk menonaktifkan atau menghapusnya. Jika tidak, situs web atau blog akan memiliki banyak error 404 yang menimbulkan penurunan pengunjung organik.

Nah di tutorial ini, saya akan menunjukkan cara menonaktifkan dan menghapus plugin AMP di WordPress sampai selesai. Cara ini dapat membantu meminimalisir situs web dari error 404.
 

Cara Aman Nonaktifkan dan Hapus Plugin AMP di WordPress

Sebelum melakukan apapun pada WordPress Anda, baiknya backup terlebih dahulu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

1. Nonaktifkan Plugin AMP

Anda dapat langsung menonaktifkan plugin AMP yang terinstal di WordPress.

2. Hapus Plugin AMP

Setelah plugin dinonaktifkan, klik hapus untuk menghapusnya dari WordPress. Ini dilakukan agar mencegahnya dari pembaruan otomatis dan menjaga situs Anda tetap bersih.

Hapus Plugin AMP

3. Membuat Pengalihan (Redirect)

Sesudah menghapus plugin AMP, Anda wajib membuat pengalihan untuk menghindari error 404 saat mengklik halaman AMP dari penelusuran.

Anda dapat menggunakan plugin Redirection untuk membuat pengalihan dengan mudah. Cari plugin Redirection di dari dasbor Admin, kemudian install dan aktifkan.

Redirection

Selanjutnya setup plugin Redirection hingga selesai.

Setup

Buat pengalihan dengan menasukkan beberapa kode khusus seperti dibawah ini.

Setting Redirectionjpg

  • /(.*)\/amp (di kolom Source URL)
  • https://sogellizer.web.id/$1 (di kolom Target URL)
  • Group Reirection (wajib dipilih)
  • Regex (wajib dipilih)

PS: Pastikan Anda mengubah bagian https://sogellizer.web.id dengan nama domain Anda sendiri.

Klik tombol Add Redirect untuk menyimpan.

Sampai disini Anda sudah selesai membuat pengalihan dari halaman AMP ke halaman non-AMP.

Perlu Anda ketahui, halaman AMP tidak akan langsung hilang dari Google, dan butuh beberapa hari hingga minggu untuk Google menghapus semua halaman AMP situs web atau blog Anda di hasil penelusuran.
 

Alternatif Membuat Pengalihan Tanpa Plugin

Apabila Anda tidak ingin membuat pengalihan dengan plugin, Anda bisa membuatnya secara manual dari htaccess. Pertama-tama buka kontrol panel web hosting untuk mengakses File Manager, atau Anda juga bisa menggunakan FTP Client.

htaccess AMP to non-AMP

Edit file .htaccess lalu tambahkan kode dibawah ini.

RewriteEngine On
RewriteCond %{REQUEST_URI} (.+)/ amp(.*)$
Aturan Penulisan Ulang ^ %1/ [R=301,L]

Simpan dan selesai.

Sesudah menyelesaikan semua langkah diatas, Anda bisa memantau lalu lintas pengunjung dari Google Analytics atau Search Console untuk memastikan tidak ada efek buruk dari penghapusan AMP dan pengalihan situs web atau blog Anda.

FYI: Jika Anda menggunakan AdSense, Anda harus menonaktifkan iklan AMP.

Jadilah Yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten diproteksi.